Lembaga Alam Tropika Indonesia

Latiners OnLine

Chat with Bung LatinBung Latin
Chat with mazHendro-mazLatin-
Ngobrol bareng Admin Latin on YM (Yahoo Messenger)

Who's Online

We have 15 guests online

Radio OnLine

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini387
mod_vvisit_counterKemarin432
mod_vvisit_counterMinggu ini819
mod_vvisit_counterMinggu lalu2991
mod_vvisit_counterBulan ini2453
mod_vvisit_counterBulan lalu12609
mod_vvisit_counterTotal143170

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 38.107.191.93
,
Now is: 2010-09-06 23:13
..........Sejak 20 Juli 2009...........
Lembaga Alam Tropika Indonesia :"Mewujudkan Kesejahteraan & Kemandirian Masyarakat melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Adil dan Lestari  dengan Pendekatan Kolaboratif"

SARI ALAM DAN MOLEK LESTARI

E-mail Print PDF
“Sinergi Mencapai Prestasi”
Kelompok Tanaman Obat Keluarga
SARI ALAM DAN MOLEK LESTARI

Perempuan dan Pengelolaan Sumber Daya Hutan

Buniwangi merupakan sebuah desa yang berada di Kabupaten Sukabumi dan secara geografis letaknya dikelilingi oleh kawasan hutan lindung dan hutan yang selama ini dikelola oleh pihak Perum Perhutani KPH Sukabumi. Kawasan hutan di Buniwangi ini juga merupakan kawasan tangkap air dan kawasan penyeimbang lingkungan hidup untuk wilayah Palabuhanratu yang sekarang sudah ditetapkan sebagai ibukota Kabupaten Sukabumi. Ketinggian tempat desa ini ± 200 meter dpl  (di atas permukaan laut), berbatasan langsung dengan ibukota Palabuhanratu dan memiliki curah hujan 2500 – 4000 mm/tahun. Dikarenakan letak dan kondisinya itulah, Buniwangi memiliki posisi yang strategis sebagai daerah penyedia tata lingkungan yang lestari dimasa yang akan datang. 

Hutan merupakan salah satu sumberdaya alam yang harus kita lestarikan. Namun dengan bergulirnya reformasi di negeri ini pada tahun 1998 masyarakat banyak memaknainya sebagai bentuk kebebasan yang tidak terbatas, sehingga berakibat pada timbulnya penjarahan kayu dan lahan baik di hutan konservasi maupun hutan produksi yang selama ini dikelola oleh Perum Perhutani.  Pemaknaan yang salah terhadap reformasi tersebut  juga terjadi di hutan di Desa Buniwangi,  perambahan hutan meningkat pesat sehingga hutan pun rusak dan gundul.  Terutama hutan yang  yang letaknya berbatasan langsung dengan hutan lindung dan hutan produksi yang dikelola oleh pihak Perum Perhutani KPH Sukabumi.

Dengan melihat kenyataan di atas, sejak tahun 2000  melalui program PHBM (Pengelolaan Hutan Bersama Masyarakat) yang dikembangkan oleh pihak Perum Perhutani KPH Sukabumi, masyarakat bekerja sama dengan LATIN (Lembaga Alam Tropika Indonesia) dan Pemerintah Desa membangun kembali hutan yang telah gundul tersebut. Perkembangan kerja sama pengelolaan hutan antar pihak tersebut  lebih kuat terjadi antara masyarakat desa dengan Perhutani di lapangan. Saat ini telah terbentuk  24 KTH (Kelompok Tani Hutan) dan melibatkan 720 KK (Kepala Keluarga). Masyarakat yang dilibatkan dalam program ini adalah mereka yang memiliki garapan dilahan kehutanan baik dihutan lindung maupun hutan produksi yang dikelola oleh Perum Perhutani KPH Sukabumi.

Tetapi hingga kini PHBM masih merupakan hal yang dipandang sebagai kepentingan sektor kehutanan saja, dan belum terlihat  bahwa peningkatan pendapatan masyarakat melalui PHBM  merupakan  kepentingan multisektoral (dinas-dinas kepemerintahan diluar Dinas Kehutanan maupun swasta).

Selain itu,  peran aktif dari seluruh masyarakat masih lebih banyak dilakukan oleh satu pihak saja, yaitu laki-laki. Karena masyarakat, baik laki-laki maupun perempuan, tidak  banyak  yang menyadari peran-peran penting  kaum perempuan dalam pengelolaan hutan, maka kebutuhan kaum perempuan hanya sedikit diperhitungkan menuju pencapaian kegiatan teknis pengelolaan sumber daya hutan.  Perempuan tidak terlibat dan dilibatkan dalam upaya bekerjanya kelembagaan dan mekanisme pengelolaan hutan, pola manajemen kawasan hutan yang menjadi obyek kelola dan pengembangan kegiatan usaha ekonomi produk hasil hutan non kayu.

Pengembangan Tanaman Obat Keluarga Desa Buniwangi

Ternyata dibalik keberadaan letaknya yang cukup jauh dari ibukota kabupaten, Buniwangi memiliki potensi sumberdaya alam yang cukup melimpah diantaranya adalah potensi tumbuhan obat. Dengan melihat keberadaan potensi tumbuhan obat tersebut merupakan sebuah peluang yang sangat baik dan tepat, dikarenakan potensi tumbuhan obat yang terdapat di Buniwangi belum dimanfaatkan dan dikelola secara optimal oleh masyarakat.

Pemanfaatan tumbuhan obat di Buniwangi selama ini hanya sebatas untuk mencegah dan mengobati penyakit-penyakit yang sifatnya ringan saja, belum pada pemanfaatan dan pengelolaan yang dapat meningkatkan pendapatan ekonomi masyarakat. Keterbatasan kemampuan dan pengetahuan masyarakat terhadap pemanfaatan dan pengelolaan potensi tumbuhan obat ini merupakan salah satu kendala yang dihadapi. Sehingga sangatlah wajar apabila selama ini masyarakat Buniwangi belum memanfaatkan potensi tumbuhan obat tersebut secara optimal. Oleh karena itu untuk mengoptimalisasikan pemanfaatan dan pengelolaan potensi tumbuhan obat tersebut dibutuhkan sebuah pembekalan pengetahuan tentang cara pemanfaatan dan pengelolaannya.

Perorganisasian Perempuan di Desa Buniwangi

            Dengan melihat hal diatas, maka pada tanggal 26 Mei 2005 LMDH LESTARI Desa Buniwangi dengan difasilitasi oleh LATIN bersama-sama melakukan sosialisasi dan sekaligus pengorganisasian atau pembentukan kelompok kaum perempuan untuk mengembangkan potensi tumbuhan obat yang ada di desa tersebut. Di hari itu pula terbentuk dua kelompok perempuan yaitu Sari Alam dan Molek Lestari. 

            Adapun tujuan dilakukannya pengorganisasian kaum perempuan di Desa Buniwangi sebagai berikut :

  1. Menggali, memanfaatkan dan mengolah potensi sumberdaya alam khususnya tanaman obat yang terdapat di Desa Buniwangi.
  2. Memberdayakan dan menfungsikan potensi kaum perempuan melalui pendekatan kegiatan kesehatan swadaya dan ekonomi guna mendukung pengelolaan sumberdaya alam khususnya tumbuhan obat secara berkelanjutan.
  3. Meningkatkan kapasitas kaum perempuan baik secara individu atau pun kelompok dalam mengelola sumberdaya alam yakni tumbuhan obat.
  4. Meningkatkan apresiasi terhadap keterlibatan dan peran kaum perempuan dalam pengelolaan potensi sumberdaya alam khususnya tumbuhan obat.
  5. Mengembangkan beragam pengetahuan dan kearifan lokal pada kaum perempuan melalui pembentukan kelompok TOGA (Tanaman Obat Keluarga) dan usaha produktif guna meningkatkan kesehatan dan ekonomi mereka.
  6. Menyebarluaskan model pengembangan program gender dalam bidang usaha produktif dan kesehatan swadaya secara terpadu kepada masyarakat luas khususnya masyarakat Buniwangi.

Sedangkan pencapaian yang ingin diraih dari pengorganisasian tersebut diatas antara lain :

1.       Terbentuknya sebuah kelompok kaum perempuan sebagai wadah peningkatan kompetensi dan kapasitas kaum perempuan dalam berorganisasi melalui pengembangan kegiatan kesehatan swadaya dan kegiatan ekonomi.

2.       Terlaksananya kegiatan pemberdayaan kaum perempuan dengan meningkatkan penguasaan pengetahuan ilmu pemanfaatan, pengolahan tumbuhan obat dan usaha produktif sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesehatan mereka secara khususnya dan masyarakat pada umumnya.

3.       Terbangunnya model pengembangan program kesehatan swadaya dan ekonomi secara terpadu.

Kegiatan
Kelompok Toga Sari Alam Dan Molek Lestari

Pertemuan rutin kelompok

Kegiatan pertemuan rutin kelompok dilakukan setiap satu bulan dua kali dan dihadiri oleh pendamping dari LATIN Situs Sukabumi. Adapun kegiatan yang dilakukan dalam pertemuan rutin kelompok adalah membahas masalah-masalah kegiatan kelompok, pembekalan pengenalan jenis tanaman obat, manajemen dan administrasi kelompok dll.

Pembuatan Produk Jamu Tradisional (Instan)

Kegiatan pembuatan jamu tradisional yang berbentuk instan ini dilakukan setiap 1 sampai 2 kali dalam seminggu. Adapun jenis jamu yang dibuat atau diproduksi adalah :

1. Instan Murbei untuk sakit Asam Urat
2. Instan Kunir untuk sakit Maag
3. Instan Meniran untuk sakit Darah Tinggi
4. Instan Jahe untuk sakit Masuk Angin
5. Instan Sembung untuk ibu-ibu yang habis melahirkan.

Pengajian Kelompok dan Menabung

Kegiatan pengajian dan menabung kelompok dilakukan satu minggu sekali setiap hari Kamis. Tujuan dilakukannya kegiatan pengajian ini selain untuk mempertebal iman dan takwa juga mempererat tali silaturahmi para anggota kelompok. Sedangkan tujuan kegiatan menabung sendiri adalah agar para anggota belajar untuk tidak hidup boros atau bermewah-mewahan/hemat. Dari hasil kesepakatan kelompok anggota tidak dibebankan berapa besar mereka harus menabung akan tetapi tergantung dari keinginan anggotanya sendiri berapa rupiah mereka mau menabung dalam satu kali pertemuan.

Pembuatan dan Pemeliharaan Demplot Tanaman Obat

Kegiatan pembuatan demplot tanaman obat diklakukan pada bulan September 2005 sedangkan untuk pemeliharaan demplot tersebut dilakukan setiap satu minggu sekali yakni pada hari Jum’at secara bersama-sama. Adapun jenis tanaman obat yang ditanam di demplot tersebut adalah Temu Lawak, Probosejati, Jahe, Kunir, Kencur, Pecut Kuda, Kapulaga/kapol, Kemekes, Saga Manis, Harendong, Sambiloto,  Betadin, Sambung Nyawa, Sosor Bebek, Mahkota Dewa dll.

Mengikuti Pelatihan Pengenalan Jenis Tanaman Obat dan Pengolahan Produk Jamu (Instan)

Pada tanggal 7 sampai 8 Agustus 2005 kelompok TOGA Sari Alam dan Molek Lestari mengikuti pelatihan pengenalan jenis tanaman obat dan pengolahan produk jamu yang bersal dari bahan baku tanaman obat. Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh LATIN Situs Sukabumi  yang bertempat di Gedung Sekolah Dasar Negeri Buniwangi. Fasilitator yang memberikan materi pelatihan adalah ibu-ibu kelompok TOGA dari Kabupaten Pandeglang Banten dan Staf LATIN Bogor.

Studi Banding Ke Tanaman Sringganis Bogor

Pada tanggal 9 Agustus 2005 kelompok TOGA Sari Alam dan Molek Lestari mengikuti kegiatan studi banding atau kunjungan ke Taman Singganis Kabupaten Bogor untuk melihat berbagai jenis tumbuhan obat yang dikembangkan oleh Yayasan Sringganis tersebut, termasuk produk yang dibuat. Kegiatan studi banding nii diselenggarakan oleh LATIN Situs Sukabumi.

Mengikuti Pameran di Kecamatan Cikidang

Pada tanggal 14 sampai 16 Agustus 2005, kelompo TOGA Sari Alam dan Molek Lestari mengikuti pameran produk pertanian di Kecamatan Cikidang Kabupaten Sukabumi. Kegiatan pameran ini diselenggarakan oleh Kecamatan Cikidang bekerjasama dengan Institut Pertanian Bogor dan LATIN Situs Sukabumi.  

Mengikuti Pelatihan Manajemen dan Adminstari Keuangan

Pada tanggal  bulan Oktober 2005 kelompok TOGA Sari ALam dan Molek Lestari mengikuti pelatihan manajemen dan adminstarsi keuangan kelompok yang diseleggarakan oleh LATIN Situs Sukabumi dan bertempat di Balai Desa Buniwangi. Kegiatan pelatihan ini diikuti oleh peserta dari 5 desa yang terdiri dari Desa Buniwangi, Sampora, Citarik, Sirnarasa dan Gunung Malang.

Mengikuti Pertemuan Silaturahmi Antar Kelompok

Pada tanggal 21 April 2006 kelompok TOGA Sari Alam dan Molek Lestari mengikuti acara pertemuan antar kelompok yang bertempat di Gdung Madrasah Diniyah Kp. Babakan Pasantren dan sekailigus menjadi tuan rumah dalam acara tersebut. Adapun para peserta yang mengikuti pertemuan silaturahmi ini adalah kelompok yang berasal dari 5 desa dampingan LATIN Situs Sukabumi antara laian Kelompok Nikmat Lestari dari Desa Munjul, Kelompok Tanjng Delima dari Desa Sampora, Kelompok Cinta Alam dan Cinta Lestari dari Desa Sirnarasa dan Kelompok Wangi Lestari dari Desa Gunung Malang.

Mengikuti Pelatihan Pembuatan Produk Sale Pisang di Desa Sampora

Pada tanggal 4 Mei 2005 kelompok Sari Alam dan Molek Lestari mengikuti pelatihan pembuatan Sale pisang yang bertempat di Balai Desa Sampora. Kegiatan pelatihan ini diselenggaran oleh LATIN Situs Sukabumi. Sedangkan pematerinya berasal dari Desa Cibareno Kabupaten Lebak Banten.

Hasil Kegiatan

Selama kurang lebih 9 bulan kelompok TOGA Sari Alam dan Molek Lestari sudah memproduksi dan menjual jamu Instan Murbei (Asam Urat), Instan Meniran (Darah Tinggi), Instan Jahe (Masuk Angin), Instan Bersalin semuanya berjumlah ± 6.000 bungkus. Sedangkan harga per bungkusnya Rp. 800 dari kelompok dan kalau dijual dipasaran Rp. 1000. Modal awal kelompok didapat dari iuran kelompok dan hasil menjual tanaman tumpangsari yang mereka tanam. Saat ini modal yang dimiliki oleh kedua kelompok berjumlah Rp. 600.000 – 700.000,- sedangkan uang tabungan anggota kelompok dari hasil membuat jamu dimasing-masing kelompok berjumlah Rp.700.000 – 1.000.000,- dan sebagian sudah dibagikan kepada anggota kelompok. Sedangkan masyarakat yang menjadi konsumen kelompok selama ini adalah mereka yang mengalami gangguan kesehatan seperti sakit Asam Urat, Darah Tinggi, Maag dan lain sebagainnya. Adapun jangkawan pasar selama ini masih disekitar Desa Buniwangi dan sekitarnya dan ada juga yang sudah dipasarkan ke Bogor, Jakarta dan Sukabumi.

Manfaat Kegiatan

Manfaat  yang  sudah  dirasakan  oleh  anggota  dengan  adanya kelompok tersebut antara lain:

1.      Dapat menambah pengetahuan dan wawasan anggota di dalam mengenal berbagai jenis tanaman obat untuk menjaga kesehatan dan mengobati penyakit yang diderita oleh anggota dan keluarganya.

2.      Timbulnya rasa percaya diri anggota dalam melakukan berbagai kegiatan termasuk berani mengeluarkan pendapat dan berbicara di depan orang banyak.

3.      Mendapatkan pendapatan dari hasil membuat jamu walaupun masih kecil akan tetapi cukup untuk jajan anak-anak dan membeli kebutuhan lainnya sehingga tidak perlu minta pada suami.

4.      Dapat merasakan kebersamaan dalam setiap melakukan kegiatan kelompok.

5.      Menambah teman, sahabat dan saudara dengan anggota dari kelompok lainnya yang didampingi LATIN Situs Belajar Sukabumi.

6.      Dapat ikut serta dalam menjaga lingkungan karena telah membantu melestarikan potensi sumberdaya alam yakni tanaman obat. Selain itu juga dapat berperan meningkatkan kesehatan masyarakat dll.

 

Kendala Yang Dihadapi Kelompok

1.      Belum adanya legalitas/izin produk jamu yang diproduksi
2.      Kemasan dan label yang masih sederhana dan belum menarik
3.      Pemasaran produk jamu yang masih sulit
4.      Modal yang masih terbatas
5.      Tempat produksi yang belum tetap

6.      Buku-buku tanaman Obat yang terbatas sebagai media informasi untuk belajar.

 

 

Last Updated ( Saturday, 27 March 2010 10:12 )  
Name :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
You are here: Home Molek Lestari