Lembaga Alam Tropika Indonesia

Latiners OnLine

Chat with Bung LatinBung Latin
Chat with mazHendro-mazLatin-
Ngobrol bareng Admin Latin on YM (Yahoo Messenger)

Who's Online

We have 12 guests online

Radio OnLine

Visitors Counter

mod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_countermod_vvisit_counter
mod_vvisit_counterHari ini333
mod_vvisit_counterKemarin398
mod_vvisit_counterMinggu ini2350
mod_vvisit_counterMinggu lalu2991
mod_vvisit_counterBulan ini3984
mod_vvisit_counterBulan lalu12609
mod_vvisit_counterTotal144701

Online (20 minutes ago): 9
Your IP: 38.107.191.94
,
Now is: 2010-09-10 22:35
..........Sejak 20 Juli 2009...........
Lembaga Alam Tropika Indonesia :"Mewujudkan Kesejahteraan & Kemandirian Masyarakat melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Adil dan Lestari  dengan Pendekatan Kolaboratif"

Kelompok Tani Makmur

E-mail Print PDF

Oleh : Ahmad Suwarno (CO Desa Citepus)

Pengantar

Sesuai agenda kesepakatan pada saat pelaksanaan kegiatan sosialisasi dan membangun pemahaman program minggu yang lalu, maka pertemuan kali ini akan membahas mengenai pembentukan kelompok.  Tidak saja hanya pembentukan kelompok saja, namun juga akan dibahas tentang penyusunan pengurus kelompok dan rencana kegiatan yang akan dilakukan kelompok.

            Kelompok atau lembaga masyarakat merupakan wadah atau media yang akan digunakan untuk melaksanakan kegiatan dalam program CEP JICA yang difasilitasi Latin.  Karena memiliki fungsi yang sangat penting dalam mendukung keberhasilan pelaksanaan program CEP JICA ini, maka kelompok menjadi prasarat yang harus ada di kampung Cigangsa yang menjadi fokus lokasi pelaksanaan kegiatan di desa Citepus. 

            Di kampung Cigangsa ini sebelumnya telah memiliki 3 kelompok tani hutan.  Namun karena kelompok tani hutan ini hampir semua anggotanya berjenis kelamin laki-laki, maka diperlukan satu kelompok tani yang beranggotakan perempuan.  Meski demikian, tidak menutup kemungkinan dalam pelaksanaan selanjutnya, kelompok ini akan berkembang pada kelompok tani laki-lakinya.  Hal ini akan sangat mungkin mengingat program CEP JICA ini sebenarnya dilaksanakan sebagai upaya membangun perspektif gender dalam masalah pengelolaan hutan di kampung ini.  Namun untuk saat ini, sasarannya memang masih difokuskan pada kelompok tani perempuan yang akan dibentuk saat ini. 

            Pembentukan kelompok tani perempuan ini untuk memberikan model pendekatan dalam upaya-upaya melestarikan kawasan hutan yang dikelola Perum Perhutani ini.  Sebab, selama ini masih terdapat gap kepentingan antara perum perhutani sebagai pihak pemegang otorita pengelolaan hutan di wilayah ini dengan masyarakat kampung Cigangsa sebagai pihak penggarap lahan kawasan hutan.  Gap itu muncul sebagai bentuk rendahnya komunikasi dan mekanisme dialog antara keduabelah pihak. 

Pembentukan kelompok tani perempuan ini diharapkan mampu mengurangi gap tersebut.  Sebab perempuan juga memiliki kepentingan dengan kawasan hutan.  Namun kepentingan perempuan terhadap hutan lebih dapat diterima oleh akal, sebab bentuk kepentingannya bersifat lestari yang ditujukan pada hasil hutan non kayu untuk memenuhi kebutuhan kehidupan rumah tangganya. Sementara kepentingan laki-laki lebih cederung kurang konservatif, sehingga cenderung menghasilkan pola-pola pengelolaan yang tidak lestari. 

Tujuan

Tujuan dibentuknya kelompok tani perempuan di Kampung Cigangsa Desa Citepus ini adalah :
1.      Membangun media atau wadah musyawarah masyarakat terutama kaum perempuan di kampung ini terkait dengan pola pengelolaan hutan dan sumberdaya yang ada di wilayah ini
2.      Membangun wadah atau media belajar bersama sebagai upaya untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kaum perempuan di kampung ini.
3.      Menentukan nama kelompok, susunan pengurus dan rencana kegiatan kelompok

Output

Capaian yang harus dihasilkan setelah pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok ini adalah :

a.      Adanya satu kelompok tani perempuan yang dibentuk dan beranggotakan perempuan tani dari kampung Cigangsa.
b.      Adanya nama kelompok, susunan pengurus dan rencana kegiatan kelompok.
c.       Adanya registrasi legal kelompok tani perempuan dari pemerintah desa Citepus.

Proses Pelaksanaan

            Di desa Citepus kegiatan pembentukan kelompok dilaksanakan tanggal 20 September 2008. Bertempat di gedung madrasah Diniyah Sirojul Falah kampung Cigangsa, kegiatan pembentukan kelompok di desa Citepus dihadiri oleh para ketua RT, tokoh masyarakat, perwakilan para anggota KTH dan kaum perempuan yang ada di kampung Cigangsa, perwakilan pemerintah desa, Penyuluh Kehutanan Lapang (PKL) Dinas Kehuatan dan Perkebunan Kabupaten Sukabumi.

Mengawali proses pelaksanaan kegiatan pembentukan kelompok ini, sebelumnya fasilitator menyampaikan beberapa hal yang terkait dengan pembentukan kelompok.  penyampaian materi-materi terkait dengan kelompok ini dimaksudkan agar sebelum kelompok di bentuk terjadi pemahaman pada anggota kelompok terhadap makna berkelompok.  Hal-hal yang disampaikan diantaranya mengenai :

-  pemahaman tentang arti kelompok
-    tujuan dan manfaat dibentuknya kelompok
-    hal-hal kegiatan yang harus dilakukan setelah kelompok dibentuk
-    pembagian peran dan tanggungjawab yang adil antara pengurus (ketua, wakil ketua, sekretaris dan bendahara) maupun sebagai anggota.
-    hal-hal yang harus dilengkapi agar kelompok mampu beroperasi secara baik seperti kelengakapan administrasi, peralatan usaha dll.

Selanjutnya dengan meminta persetujuan anggota yang hadir dalam pertemuan itu, fasilitator memulai proses pembentukan kelompok.   dengan memanfaatkan peralatan fasilitasi yang dibawa, seperti kertas plano, spidol, lakban dan beberapa kertas metaplan fasilitator menjelaskan beberapa hal yang harus didiskusikan dalam pembentukan kelompok ini, diantaranya :

-  nama kelompok
-    pengurus kelompok, yang terdiri minimal ada ketua, sekretaris, bendahara dan anggotanya
-     rencana kegiatan kelompok yang akan dilakukan setelah kelompok terbentuk.

Pada saat membahas mengenai nama kelompok, fasilitator meminta kepada semua peserta pertemuan untuk mengusulkan nama kelompok sesuai pendapat masing-masing.  Proses ini berhasil mencatat 6 usulan nama yang muncul.  Usulan nama-nama tersebut antara lain : (1) Tani Lestari; (2) Tani Makmur; (3) Sekar Tani; (4) Wanita Tani; (5) Tani Wangi dan (6) Muji Tani.  Setelah melalui proses pemilihan, akhirnya disepakati nama kelompok yang dipilih adalah “Tani Makmur”.

Sedangkan pada proses penyusunan pengurus kelompok, fasilitator juga meminta usulan nama yang dicalonkan sebagai pengurus.  Nama-nama yang diusulkan menjadi calon pengurus adalah (1) Ibu Ajid/Yeti; (2) Ibu Dedah; (3) Ibu o’ot dan (4) Ibu Olim.  Selanjutnya dengan sistem pemilihan langsung, fasilitator meminta peserta pertemuan untuk memilih salah satu calon sesuai hati nurani.  Setelah melalui proses ini hasil yang diperoleh adalah Ibu Adjid/Yeti memperoleh 16 suara; Ibu Dedah 9 suara; Ibu o’ot  tidak memperoleh suara dan Ibu Idah 1 suara.  Dengan hasil ini maka Ibu Ajid/Yeti terpilih menjadi ketua kelompok.  Selanjutnya ibu Ajid/Yeti memilih ibu Olim untuk membantu menjadi sekretaris, dan ibu Parlin sebagai bendahara.

Dan pada proses penyusunan rencana tindaklanjut kegiatan kelompok, fasilitator langsung memfasilitasi dengan mengajukan beberapa pertanyaan-pertanyaan yang terkait dengan rencana kegiatan kelompok.  Dimulai dari bidang kegiatan yang akan disusun, kegiatan yang akan dilakukan, waktu pelaksanaan hingga ke siapa yang bertanggungjawab melaksanakan masing-masing kegiatan yang dibuat. 

Last Updated ( Saturday, 27 March 2010 10:13 )
 
Name :
Message :
:) :( :D :p :(( :)) :x
You are here: Home Tani Makmur