Tanjung Delima adalah nama kelompok perempuan di Desa Sampora, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Kelompok ini berdiri pada 14 Maret 2005 dan beranggotakan 19 orang perempuan. Tujuh puluh persen (70%) anggota TANJUNG DELIMA adalah ibu rumah tangga, selain itu ada yang menjadi guru dan Ketua PKK Desa. Rata-rata suami dari anggota kelompok TANJUNG DELIMA bekerja sebagai petani hutan yang mengelola lahan hutan dengan sistem PHBM, ada juga yang bekerja sebagai pegawai di lokasi olahraga arung jeram. Aktivitas dari TANJUNG DELIMA adalah memproduksi keripik pisang, pertemuan rutin kelompok dan tabungan bersama.
Pada November 2005, TANJUNG DELIMA memutuskan untuk membentuk dua sub kelompok dengan aktivitas yang berbeda. Sub Kelompok pertama yang ada di Dusun Ciranji memproduksi keripik pisang dan Sub kelompok kedua ada di Dusun Cibatu, yang memproduksi keremes pisang (banana crushed). Untuk keripik pisang, satu kali produksi menghasilkan 400-500 bungkus dan dalam satu bulan melakukan 4 kali proses produksi. Untuk keremes pisang, satu kali produksi menghasilkan 200 bungkus keremes pisang ukuran besar dan 150 bungkus keremes pisang ukuran kecil dengan 3 kali proses produksi dalam satu bulan. Kedua hasil produk kelompok tersebut dipasarkan di desa sekitar Desa Sampora, Kota Palabuhan Ratu dan lokasi olahraga arung jeram yang berada 6 km dari Desa Sampora.



Bung Latin













Lembaga Alam Tropika Indonesia :"Mewujudkan Kesejahteraan & Kemandirian Masyarakat melalui Pengelolaan Sumberdaya Alam yang Adil dan Lestari dengan Pendekatan Kolaboratif" 


Tanjung Delima