By A Web Design

Visitor Map

Visitors Counter

mod_vvisit_counterPengunjung hari ini12
mod_vvisit_counterTotal pengunjung412173

whosonline

Ada 12 tamu online
Situs Latin
Hari Pohon Sedunia 2011
Ditulis oleh Veny   
Senin, 23 Juli 2012 07:00

“Bu, dimana posisi?” Bolak-balik saya bertanya posisi salah seorang sahabat POHON INSPIRASI yang akan hadir pada acara Peringatan Hari Pohon Sedunia (HPS) dan Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI), hari ini Minggu 11 Desember 2011.

Saya tidak bisa menyembunyikan keresahan saya. Betapa tidak, peserta yang saya tunggu ini sangat penting. Mereka adalah rombongan Taman Kanak-kanak (TK) Amanah Bandung yang sudah lama merencanakan akan hadir dan mengisi momen penting di acara yang diadakan PI bekerja sama dengan LATIN (Lembaga Alam Tropika) dan De Tara (LSM Lingkungan). Namun hingga 2 jam acara berlangsung sejak pukul 09.00, yang ditunggu juga belum hadir. Infrormasi yang saya terima, mereka mengalami kesulitan mencari jalan menuju lokasi acara.

Lomba yang akan mereka ikuti yaitu mewarnai gambar (untuk TK- SD Kelas I) akhirnya berakhir.
Semua peserta dengan atribut ala dayak, memakai topi yang ditempel selembar daun yang dilekat tegak, mulai berjalan menyusuri hutan. Sampailah anak-anak kecil, remaja dan orang tua peserta acara HSP dan HMPI di areal hutan yang berlantai serasah daun meranti. Lokasi ini merupakan tempat favorit untuk kegiatan permainan di alam.

Pukul 11.28 saya dapat Kabar, posisi “tamu” dari Bandung sudah masuk kawasan hutan CIFOR (Center of International Forestry Research), kawsan hutan penelitian dekat dengan tempat acara PI. Segera saya menggiring mereka ke kawasan hutan berlantai serasah meranti. Tampak di dalam mobil, tiga orang anak yang disebut “Malaikat Kecil” oleh salah satu anggota PI dan tiga orang ibu-ibu yang saya ketahui adalah guru TK Amanah Bandung.

Sampailah acara yang ditunggu-tunggu peserta dan terutama saya, yaitu membacakan dongeng pohon. Dongeng ini saya karang dari adaptasi cerita yang pernah saya baca di beberapa situs dan sudah pernah di posting di grup PI, berjudul “Kasih Tak Berbalas”. Salah satu guru TK Amanah, sebut saja namanya “Bunda”, sudah menyiapkan diri dengan matang untuk membawakan dongeng. Mereka membentuk tim dan melibatkan “malaikat kecilnya” untuk ikut mendongeng. Hebatnya lagi mereka membawa alat peraga berupa pohon yang terbuat dari kertas serta boneka. Mereka juga memakai topi berbentuk lingkaran penuh bunga. Sungguh tim yang hebat.

Mulailah “Bunda” mendongeng dengan ekspresi yang sangat tepat dan mengharukan. Hampir 100 peserta yang terdiri dri anak-anak, remaja dan orang tua terpukau mendengar dongeng pohon. Menjelang akhir cerita, saya melihat beberapa peserta larut dalam cerita yang mengharukan. Ada tetes air mata haru di akhir sesi dongeng ini. Sungguh momen yang sangat berkesan bagi saya.

Dongeng yang mengharukan itu akhirnya berubah ceria setelah lagu pohon dikumandangkan bersama “Bunda” dan “Para Malaikat Kecil” penyelamat bumi.

Akulah pohon
tempat berteduh.
Ini batangku dan ini dahanku.
Ini rantingku & ini daunku.
Jika aku tumbang ke kanan..krek krek krek.
Jika tumbang ke kiri..krek krek krek.
Jika tumbang k blakang..krek krek krek.
Jika tumbang k depan..krek krek krek